Pernyataan Muhammadiyah Banyumas

PERNYATAAN SIKAP MUHAMMADIYAH BANYUMAS TERHADAP FENOMENA MUNCULNYA ALIRAN “Al-QIYADAH AL-ISLAMIYAH”  

Dengan munculnya berbagai aliran yang menyimpang dari ajaran resmi ajaran Islam yang dipahami secara mayoritas oleh umat Islam berdasarkan tuntunan otentik (shahih) al-Qur’an dan as-Sunnah, khususnya aliran yang diajarkan oleh Ahmad Moshaddeq yang diberi nama “al-Qiyadah al-Islamiyah“, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banyumas menyatakan sikapnya sebagai berikut:

  1. Ajaran Islam yang otentik (shahih) adalah yang bersumber dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang dipahami dengan penuh keyakinan dan hati yang bersih. Jika memahami al-Qur’an dan as-Sunnah dengan berbagai kepentingan dan niat yang salah, maka bisa dipastikan ajaran Islam yang dipahami akan menyimpang dari otentisitasnya (keasliannya) sebagaimana yang diwahyukan Allah SWT. dan diajarkan Rasulullah SAW.
  2. Al-Qiyadah al-Islamiyah adalah aliran yang sengaja dibuat oleh akal pikiran manusia yang tidak dibimbing oleh nash (teks) al-Qur’an dan as-Sunnah, sehingga paham Islam yang diusung oleh al-Qiyadah al-Islamiyah bukan paham Islam otentik (shahih) dan lurus (hanif).
  3. Bentuk-bentuk penyimpangan dalam aliran al-Qiyadah al-Islamiyah yang cukup fundamental (mendasar, ushuliyah) antara lain adalah: a). lafadz Syahadah yang berubah menjadi “asyhadu anna al-masih al-ma’ud rasulullah”; b).  pengakuan Ahmad Moshaddeq, sang penggagas al-Qiyadah al-Islamiyah, sebagai Nabi baru; c). Ibadah Shalat yang hanya dilakukan satu waktu dalam sehari semalam.
  4. Penyimpangan tersebut tidak bisa ditolelir sebagaimana bentuk khilafiyah (perbedaan paham dalam praktek beribadah yang bisa dimaklumi) yang terjadi di kalangan ummat Islam karena penyimpangannya terdapat dalam hal-hal yang sangat prinsip (ushuluddin) dalam ajaran Islam, yaitu masalah syahadat, kenabian dan ibadah mahdhah.
  5. Karena ajaran al-Qiyadah al-Islamiyah telah menyimpang, maka penganutnya berada dalam kesesatan dan perlu untuk segera diluruskan agar bisa kembali ke jalan yang benar.
  6. Untuk itu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Banyumas menghimbau kepada pada pengikut al-Qiyadah al-Islamiyah di manapun berada, khususnya yang berada di wilayah kabupaten Banyumas dan sekitarnya untuk segera menyadari kekeliruannya tersebut dan bertaubat.
  7. Kepada para pemimpin al-Qiyadah al-Islamiyah untuk menghentikan kegiatan aliran ini agar tidak semakin banyak membuat resah ummat yang akan memancing tindakan-tindakan massa yang anarkis.
  8. Kepada ummat Islam dihimbau untuk semakin mendalami ajaran Islam secara hanif (lurus) sehingga tidak mudah terbujuk rayu oleh berbagai ajakan kepada ajaran Islam yang menyimpang.
  9. Dalam menyadarkan para pengikut al-Qiyadah al-Islamiyah tetap dalam koridor bil hikmah wal mau’idhah al-hasanah, dan menghindari hal-hal yang bersifat merusak (fasad) dan anarkis, karena berbuat merusak dan anarkis bertentangan dengan etika Islam.
  10. Kepada seluruh ormas Islam untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dakwah Islamnya, juga memperluas jangkauan dahwah tersebut kepada seluruh lapisan masyarakat, agar ummat semakin tersantuni secara spiritual dan mempunyai pegangan yang kokoh dalam ilmu agama.

Demikian pernyataan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Banyumas, mudah-mudahan dapat menjadi panduan bagi ummat Islam dalam menghadapi munculnya aliran al-Qiyadah al-Islamiyah.

Semoga Allah senantiasa membimbing kita dengan hidayah-Nya.

One response to “Pernyataan Muhammadiyah Banyumas

  1. Gasak habis semua aliran yang menyesatkan demi generasi penerus yang beraqidah qowiyyah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s